KOLASE SMPK 4 PENABUR: SENI UNTUK PENDIDIKAN

This world is but a canvas to our imagination, demikian ungkap Henry David Thoreau, seorang penulis sekaligus filsuf ternama asal Amerika Serikat. Seni, demikian akrab dan melekat dalam keseharian kita. Membuat hidup lebih menarik dan bermakna. Sebagai wujud apresiasi terhadap seni, SMPK 4 PENABUR pun selalu menggelar acara tahunan akbar yakni KOLASE (akronim dari Kolaborasi Seni).

KOLASE 2018 telah sukses digelar pada Jumat, 16 Maret di aula Penabur Internasional Kelapa Gading. Pementasan yang menggabungkan indahnya tarian, musik, dan drama ini mengusung tema kehidupan sehari-hari yang sarat dengan nilai Kristiani dan tentu saja, pendidikan.

Berkisah tentang Jeaneth, remaja perempuan yang sulit menentukan sekolah mana yang akan ia tuju. Hingga akhirnya dengan bimbingan orangtua, orang-orang sekitar, dan teman baik, Jeaneth memutuskan untuk bersekolah di PENABUR. Bapak Endro Martono selaku guru seni dan sutradara KOLASE menyisipkan pesan seperti pantang menyerah, berusaha yang terbaik, dan berserah kepada Tuhan.

KOLASE diisi oleh 120 siswa dan siswi berbakat. Paduan suara yang memenangkan Penabur International Choir Festival 2017 juga turut serta memeriahkan acara. Membawakan lagu diantaranya “Sirih Kuning”, “Indonesia Jaya” “Jatuh Cinta” dan beberapa lagu karya Bapak Endro Martono seperti “Pulang” dan “Aku mencari” serta beberapa lagu lainnya yang diiringi oleh band siswa.

Tariannya pun tak kalah mengesankan. Gerak tari kontemporer yang energik, tari tradisional yang sarat nilai budaya, serta tari balet yang lembut dan menggugah. Kostum yang digunakan indah dan meriah, membuat terpaku siapa juga yang menyaksikannya.

Selain itu, drama musikal ini juga dimeriahkan oleh multimedia yang turut mendukung euforia pertunjukan. Layar LCD warna-warni sebagai background panggung pertunjukan, permainan lampu, dan potongan berbagai video pendek semakin memeriahkan KOLASE.

Selain drama musikal, KOLASE juga menampilkan pameran lukisan dan karya siswa. Terdapat pula ruang untuk mengikuti workshop decoupage. Tamu undangan dan siswa terlihat antusias menghadiri pameran dan mengikuti workshop tersebut.

Kiranya seni tetap mengisi keseharian kita dan KOLASE dapat menjadi wadah seni untuk pendidikan. Menciptakan sinergi yang baik antara siswa, sekolah, orangtua, dan masyarakat.

Oleh Evi Noviani S, Guru SMPK 4 PENABUR