GLORY dalam acara The Voice Kids Indonesia Season 2

Aku datang ke studio GTV di Kebon Jeruk untuk mengikuti audisi The Voice Kids Indonesia Season 2. Aku sudah sampai di tempat jam 05.00 karena jika aku lebih siang sedikit, antriannya sudah sangat panjang. Aku menunggu gerbang utama di buka untuk pendaftaran sampai jam 09.00, setelah itu aku masuk ke dalam ruang audisi.

Audisi berjalan dengan sangat lancar. Aku menyanyikan lagu Changing-John Mayer dan Best Day Of My Life-American Authors. Banyak peserta yang menyanyikan lagu ketiga juri yg kami sebut “Coach”. Namun aku memilih untuk menyanyikan lagu lain.

Selama sekitar 3 minggu aku menunggu kabar lolosnya audisi pertamaku ini. Lalu, pengumuman tersebut belum diberikan bahkan sampai batas maksimal pemberitahuan. Aku pun yakin aku tidak lolos ke babak selanjutnya. Tetapi suatu pagi, Mama mengajakku untuk membaca sebuah kertas berlogo TVKI. Ternyata, aku lolos! Aku akan masuk ke babak selanjutnya yaitu “Blind Audition”.

Coach yang ada antara lain Coach Tulus, Coach AgnezMo, dan Coach Bebi Romeo. Aku sudah berangan-angan untuk dapat dilatih oleh Coach Tulus. Aku terus berlatih dan berdoa agar aku dapat menampilkan yang terbaik. Aku menyanyikan lagu Changing dengan ukulele yang aku bawa. Coach Tulus dan Coach AgnezMo ternyata menyukai suaraku dan memintaku untuk bergabung di tim mereka. Aku memberikan sebuah lukisan kepada Coach Tulus tanda aku memilih timnya.

Aku lolos lagi ke babak selanjutnya yaitu”Battle Rounds” dimana peserta dari setiap tim dikelompokkan menjadi 3 orang setiap kelompok. Kelompok tersebut akan menyanyikan sebuah lagu yang sama. Aku bertemu banyak teman baru dari Tim Tulus dan 2 di antaranya adalah teman satu kelompok: Keisha Palar dan Christopher Carlo. Kami menyanyikan lagu Clean Bandit berjudul “Rather Be” yang di arangsemen ulang menjadi jazz-swing. Sayangnya, Keisha dan Christo harus aku tinggalkan karena aku yang dipilih untuk maju lagi ke babak selanjutnya.

“Sing-Off” adalah nama babak ini. Aku mendapatkan lagu Issues yang dibawakan oleh Julia Michaels. Awalnya aku tidak yakin karena genre lagu yang biasa aku bawakan tidak seperti itu. Namun, aku dan Coach Tulus berhasil mengarangsemen ulang lagunya sehingga lagu ini sedikit berbeda dari aslinya. Aku berhasil mendapatkan trending di YouTube nomor 45. Alhasil aku kembali lolos ke babak selanjutnya.

Tidak terasa babak ini adalah 12 besar, yaitu Semifinal. Di babak ini aku mendapatkan lagu Björk yang berjudul “Hyperballad”. Lagu ini mengisahkan seseorang yang putus asa karena ditinggal kekasihnya. Namun, ia bingung apa rasanya meninggalkan dunia dengan cara lompat dari tebing. Aku kaget saat aku mendapat lagu ini bukan hanya karena genre yang belum pernah aku nyanyikan sebelumnya, tetapi juga pesan dari lagu tersebut. Aku berusaha mendalami lagu ini supaya aku bisa menampilkannya dengan maksimal. Karena babak ini disiarkan langsung dari studio, teman-teman dan guru-guru SMPK 4 dapat menonton live di studio. Aku tampil untuk semua orang, berharap banyak pada hasil voting yang sudah dibuka, dan aku berharap Coach Tulus memilih aku untuk maju lagi ke babak Grand Final.

Sayangnya, di babak inilah perjalananku di TVKI2 terhenti. Aku tidak mendapatkan hasil voting yang banyak dan Coach Tulus juga tidak memilihku. Aku tetap bersyukur karena banyak teman-temanku yang ingin berada di posisiku saat ini. Aku masih terus berkarya lewat lagu dan cerita yang aku bagikan dengan tujuan menghibur orang-orang di luar sana yang butuh seseorang yang mengerti posisi mereka.

By : Glory (9B)