Bina Iman Kelas 8 SMPK 4 PENABUR

Bina Iman Kelas 8

Bina Iman merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun dalam lingkungan sekolah PENABUR. Bagi jenjang SMP, sasaran kegiatan Bina Iman adalah siswa-siswa kelas 8. Mengingat pada jenjang usia ini, seorang remaja biasanya ada pada tahap ingin mencoba banyak hal, mengetahui banyak hal, bahkan ada dalam masa-mas alabil sebgai seorang remaja. Maka perlu bagi pihak skeolah membekali masing-masing peserta didik dengan muatan-muata spiritual yang dapat membantu mereka melewati masa remaja ini dengan bijaksana. Tema-tema yang diangkat dalam kegiatan Bina Iman adalah tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan setiap hari. Tahun ini tema yang diangkat adalah KESETIAAN. Melalui tema ini, peserta didik diharapkan untuk tidak hanya membangun kesetiaan mereka terhadap Tuhan, namun juga mewujudnyatakan itu melalui hubungannya dengan sesama. Dalam kesempatan ini, kedua pembicara yaitu Pdt Grace Bustami dan Pak David Kusuma membekali peserta didik dengan materi-materi seputar bagaimana membangun kesetiaan kepada Tuhan dan sesama. Pdt Grace mengutarakan tentang bagaimana membangun kesetiaan kepada Tuhan seperti yang dicontohkan oleh tokoh Yusuf. Grafik kehidupan Yusuf tidak selamanya naik atau mengalami masa-masa yang menyenangkan. Yusuf memulai ujian kesetiaannya terhadap Tuhan mulai dari lingkungan saudara-saudaranya. Kasih sayang Yakub yang lebih kepada Yusuf, membuat saudara-saudaranya tidak menyukainya dan memutuskan untuk menjual Yusuf sebagai budak ke Mesir. Sampai di Mesir, dia tidak hanya menghadapi kenyataan sebagai seorang budak, namun juga fitnah atas kesetiaannya terhadap Potifar yang sudah mempercayainya. Atas pengkhianatan itu, Yusuf masuk penjara. Namun grafik kehidupan yang demikian tidak menyenangkan tidak menghalangi kesetiaan Yusuf kepada Tuhan. Yusuf tetap setia, dan tidak sedikitpun goyah kepada Tuhan. Iman yang Yusuf miliki adalah iman yang melalui banyak proses dan tidak instant. Pak David Kusuma menguatkan para siswa dengan kesetiaan terhadap sesama. Menjadi setia, tidak cukup hanya kepada Tuhan namun juga harus tergambar dalam hubungannya dengan sesama. Tidak sedikit remaja zaman sekarang yang tidak setia terhadap orang tua, guru ataupun sahabat yang dekat dengan hidupnya. Ketidak setiaan itu muncul karena tidak adanya komitmen ataupun refleksi yang tepat atas membangun hubungan dengan sesama yang harus didasari dengan kasih Tuhan. Bina iman tahun ini diharapkan dapat membawa para siswa untuk lebih bersikap setia bukan hanya dalam keadaan suka, tapi dalam segala keadaan.