Seminar Bakat – Minat Kelas 7 SMPK 4 PENABUR

Apa bakat yang aku miliki? Mau jadi apa aku kelak? Mending pilih IPS atau IPA ya kalau SMA nanti? Pertanyaan-pertannyaan itu mungkin pernah terlintas, atau bahkan sering terlintas dalam pikiran kita. Lalu jawabannya apa? Jawabannya adalah kenali dulu dirimu. J

Pada hari Rabu, 23 Agustus 2017  lalu siswa siswi SMPK 4 Penabur mengikuti tes bakat minat, dengan tujuan menjawab pertanyaan para siswa tentang apa yang menjadi bakat mereka, mau jadi apa kelak, jurusan yang sesuai, dan lain sebagainya. Tes bakat minat ini dilayani oleh Tim dari Edutraco (Education Training and Consulting) yang dipimpin oleh Bapak Fidelis. Para siswa diminta untuk menyelesaikan psikotes dalam waktu kurang lebih 3 jam. Semua tes dilakukan dalam bentuk klasikal dan tertulis. Setelah hasilnya sudah jadi, SMPK 4 kembali memfasilitasi orang tua siswa untuk mengambil hasil tes dan mengikuti seminar penjelasan hasil tes bakat minat tersebut. Seminar dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017, dimulai pukul 08.00 dan selesai pukul 10.00 WIB. Orang tua cukup antusias mengikuti kegiatan ini, dibuktikan dengan angka kehadiran para orang tua. Dari 229 siswa kelas 7, ada 210 orang tua yang hadir. Dalam seminar ini, dijelaskan bahwa ada 16 macam bakat bawaan. Setiap orang memiliki 1 bakat bawaan yang paling mendasar. Masing-masing bakat bawaan tersebut memiliki kelamahan dan kelebihan. Maka disarankan kepada orang tua, untuk mendampingi dan mendukung putra-putrinya agar yang berkembang adalah potensi dan kelebihan mereka. Bukan sebaliknya, berfokus pada apa yang menjadi kelemahan, sehingga hal itulah yang berkembang.Ada sebuah ilustrasi menarik. Seekor bebek diciptakan Tuhan dengan kelebihan berenang di air, tapi kita memaksakan bebek untuk tekun latihan lari supaya dia bisa ikut lomba lari. Tapi apa yang terjadi? Apakah mereka bisa lari mengalahkan ayam? Yang ada adalah bulu-bulunya menjadi rontok, dan tetap dengan hasil tidak dapat berlari kencang. Jika sudah begitu barulah kita kembalikan lagi dia ke kolam untuk berenang. Tapi apa daya, bulu-bulunya sudah rontok dan patah. Dia sudah tak bisa berenang lagi. Begitu juga dengan putra putri kita. Tugas kita sebagai orang tua bukanlah memaksakan kehendak kita, tapi mendampingi dan mendukung mereka untuk mengembangkan potensi secara optimal. Jangan biarkan potensi dan bakat bawaan putra-putri kita terkubur. Semua orang bisa sukses dengan jalannya masing-masing. God Bless You

By : Ms.Febri