Classmeeting Imlek

Gong Xi Fa Cai! Sorakan khas itu bergema di hari raya Imlek. Baju dan atribut merah pun kita pakai, petasan kita mainkan, dan angpao kita terima. Keseruan Imlek itu gak hanya kita rayakan di rumah lho. Kita juga merayakannya di sekolah kita, yaitu di SMPK 4.

Hari Jumat tanggal 28 Januari silam, seluruh siswa datang ke sekolah mengenakan pakaian berwarna merah. Disamping itu, pasukan berpakaian pink, yaitu OSIS sedang berlalu-lalang mempersiapkan seluruh lomba dan acara. Pada pukul 6:30, seluruh siswa masuk ke kelas lalu mengikuti renungan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan langsung menuju lokasi lomba mereka masing-masing.

Lomba yang paling lama dipersiapkan oleh OSIS adalah lomba RunPao atau Running Angpao. Jadi, lomba ini mengambil konsep dari sebuah reality show Korea, yaitu Running Man. Dalam lomba ini, seluruh peserta lomba harus mencari clue pada tiap pos permainan untuk bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. Peserta lomba ini terdiri dari kelas 7 sampai dengan 9. Dan munculah pemenangnya adalah kelas 8B.

Selanjutnya, ada lomba yang paling banyak disaksikan oleh siswa, lomba Handball. Lomba ini diikuti oleh kelas 7,8, dan 9. Tiap team terdiri dari 5 orang. Seluruh siswa dengan semangat menyoraki team kelasnya, hingga akhirnya diperoleh juara dari tiap jenjang.

Selain itu, ada juga beberapa lomba lain yang bersumber dari kebudayaan asli dari etnis Tionghoa. Antara lain, Paper Cutting dan Menulis Indah yang susahhh bangett. Di samping itu, ada juga Menghias Topeng juga cukup diminati, lho! Dengan indah para peserta lomba menghias topeng tersebut.

Ada juga nih lomba yang gak kalah seru, yaitu Fashion Show! Lomba ini mengambil tema ayam yang merupakan shio tahun ini ! Kostum yang digunakan juga harus terbuat dari bahan yang ramah lingkungan, seperti koran. Saat yang paling seru dari lomba ini adalah peragaan busananya. Seluruh peserta lomba berjalan dengan ciri khas masing-masing, bahkan ada yang menirukan suara kokokan ayam.

Walaupun begitu, semua murid menikmati adanya classmeeting ini, dengan semakin mencintai keberagaman bukan hanya salah satu etnis tapi juga juga di kalangan yang lain. Kita diingatkan, bahwa kita itu hidup di negara yang memiliki banyak sekali budaya, bukan hanya satu. Dan semoga, hal ini idak hanya diperingati di hari Imlek tapi juga di sepanjang kehidupan kita. – Winfried Ichtussend & B. Kalyca Kyatimanyari.