Antara Aku, Kamu, dan Dia (Rangkuman Ibadah Senin, 13 Februari 2017)

Tema               : Antara Aku, Kamu, dan Dia.

Pengkotbah     : Pdt. Gustaf Nenu.

1 Yohanes 4 : 7 – 12.

Rangkuman:

Allah adalah KASIH. Semua yang mengasihi berasal dari Allah dan mengenal Allah. Dan salah satu wujud KASIH tersebut ialah dengan memberitakannya kepada orang lain. Antara aku, kamu, dan dia saling berbagi KASIH, sama seperti lagu “Yesus Pokok” : “…..Yesus cintaku, kucinta kau, kau cinta dia…”.

Lalu, bagaimana cara mengasihi ? Pertama, belajar tentang KASIH Allah. Karena Ia adalah KASIH dan sumber KASIH. Wujud KASIH-Nya adalah saat Ia rela mati di kayu salib, demi membebaskan manusia dari hukuman dosa yakni maut. Hal ini bertujuan agar kita pun dapat mengasihi dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.

Kedua, mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak cukup hanya dengan sebatas omdo (omong doang) tapi juga disertai tindakan nyata. Kutipan dari perkataan dari seorang biarawati, Mother Theresa : “Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tapi kita tidak akan dapat mengasihi tanpa memberi”. Namun, memberi apa yang tidak dimiliki adalah mustahil. Oleh karenanya, kita harus memiliki KASIH itu.

Jadi, pada akhirnya, KASIH tidak hanya tinggal diam dalam sesorang, tetapi juga berpindah kepada jiwa yang lain. Dengan mengetahui dan meneladani Allah sang KASIH dan sumber KASIH, dan dengan melakukan kasih itu dalam kehidupan sehari-hari, KASIH akan dengan sendirinya tersebar dalam diriku, dirimu, dan dirinya.